Rabu, 21 Mei 2014

SEMUA TENTANGMU (ASTRA HONDA MOTOR)



aku hanya seorang anak kampung yang nekat meninggalkan Emak demi menggapai cita – cita setinggi bintang, di sini”

            Namaku Haryono, aku lahir di sebuah desa kecil yang sebagian besar penduduk bumi ini tidak tahu keberadaannya. Ya, memang sangat terpencil, ia di apit oleh 4 barisan hutan di sisi utara, barat, timur, dan selatannya. Tapi disitulah sisi manisnya, dari sanalah aku lahir, dan aku mencintai tempat kelahiranku. Desa itu bernama Boto, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Delapan belas tahun atau tepatnya 6570 hari aku hidup di sana. Mulai dari melihat dunia pertama kali, hingga merayakan euforia kelulusan masa putih abu-abu.
            Besok, tepatnya tanggal 24 Mei aku berulang tahun yang ke 19. Hmm, sudah hampir setahun aku disini, jauh dari tempat kelahiranku dan orang – orang yang aku cintai. Tak usah ditanya lagi, seberapa banyak rindu yang kurasakan. Kalaupun harus dinominalkan, aku tak tahu berapa deret angka yang tepat untuk dituliskan, tapi mungkin akan lebih tepat jika kutuliskan  (tak terhingga). Jangan bilang aku berlebihan, tapi memang ini yang kurasakan. Bayangkan saja, dalam setahun aku hanya mempunyai waktu bertemu keluargaku tidak lebih dari satu bulan. Tapi apa daya, aku harus mengejar cita – citaku di sini, di Astra Honda Motor. Tempat yang dulu aku impikan.
            Perjuanganku untuk sampai di sini tidak semudah membalikkan telapak tangan, kira – kira begitu peribahasa yang sering diungkapkan orang – orang. Awalnya, aku banyak ditentang. Kakakku yang sekarang menjadi seorang pembela tanah air dengan seragam hijaunya, membuatku dituntut untuk mengikuti jejaknya. Tapi kupikir, bukan disana jiwaku. Hati kecilku pun menolaknya.
“Maafkan aku ayah, ibu, aku tak bermaksud menolak keinginanmu, tapi aku berjanji tak kan mengecewakanmu, aku kan bersungguh – sungguh di sini, aku kan membuatmu bangga meski tak berseragam hijau”, ucapku dalam hati.
            Astra Honda Motor yang terletak di Jalan Raya Kalimantan Blok AA, Cikarang, Jawa Barat adalah tempatku menimba ilmu sekarang ini. Aku bekerja di bagian assy whell, atau biasa disebut pemasangan roda. Aku cukup menikmati hari – hariku pada awalnya. Namun lama kelamaan monoton juga rasanya. Kebosanan pun selalu menghinggapi. Dan ketika “si bosan” datang mengganggu, aku sadar bahwa aku telah terpaut janji suci pada orangtuaku, serta janji pada AHM yang telah tersirat dalam ikrar insan AHM. Meskipun janji tersebut tidak tertera di atas kertas putih dengan pena hitam, aku tetap tidak boleh melanggarnya.
“Akan menjadi suatu pantangan bagi laki – laki sejati untuk melanggar janjinya. Karna seorang lelaki yang baik adalah lelaki yang bisa dipegang omongannya” begitulah yang pernah ibuku ucapkan.
Sampai detik ini, kata – kata itu selalu terngiang – ngiang di kepalaku. Ibuku bak Mario Teguh yang setiap ucapannya menimbulkan bekas yang dalam bagi pendengarnya. Ah, aku mulai rindu padanya. Setiap mililiter rinduku padanya selalu kujadikan motivasi untuk memenuhi janjiku pada AHM. Kenapa AHM? Karena suksesku di AHM berarti janjiku padanya telah kutepati.
Sejujurnya, tidaklah berat apa yang kujanjikan pada tempatku bernaung sekarang ini. Biar kujelaskan. Janjiku yang pertama adalah “selalu disiplin, bertanggung jawab, dan patuh terhadap peraturan perusahaan”, InsyaAllah, akan kupenuhi dengan segenap kemampuanku. Pernah suatu kali, kondisi tubuhku benar – benar dibawah ambang batas normal, singkatnya sakit. Dan saat itu, aku harus bekerja di shift 3. Bingung melandaku saat itu. Haruskah aku membolos? Kulihat jam dinding di tembok kamarku menunjukkan pukul 11.15. Dan aku masih terbalut selimut tebal untuk menahan hawa dingin malam itu. Akhirnya dengan segelintir kekuatan yang tersisa, aku memutuskan untuk tetap masuk. Kuminum sesachet tolak angin, dan berangkat dengan penuh keyakinan bahwa aku pasti kuat.
Berlebihan memang, tapi kurasa disinilah perjuangannya. Semua orang pasti harus berjuang untuk semua yang dicita – citakan. Tak perduli dalam kondisi apapun itu. Seperti salah satu pahlawan kita, sosok yang kita kenal sebagai pemimpin pasukan gerilya. Dengan berbaring di atas tandu dan satu paru – paru tersisa, beliau memperjuangkan cita – citanya yaitu kemerdekaan Negara Indonesia. Jendral Soedirman, seorang jendral sejati yang mungkin tak bisa lagi kita temui Jendral Soedirman – Jendral Soedirman lain di era globalisasi ini.
Dan janjiku yang kedua adalah “menjunjung tinggi produktivitas dan menghasilkan produk yang berkualitas”. Kurasa ini cukup berat, pada awalnya. Tanpa keterampilan, aku sangat kesulitan mengerjakan semua ini. Bayangkan saja, aku seorang lulusan SMA Negeri jurusan IPA. Dan ketika masuk ke sini pertama kali, aku bagaikan tersesat di padang pasir, tak tahu apa yang harus kulakukan. Hal ini pasti sangat jauh berbeda dengan teman – teman seperjuanganku lainnya yang lulusan SMK jurusan otomotif. Tapi hebatnya AHM, kita disini juga belajar. Lihatlah sekarang, aku telah cukup lihai dan terampil dalam menggeluti bidangku.
And the third is “menghargai sesama dan membina kerja sama”. Kuakui kedewasaanku masih sebesar biji jagung. Kurasa aku adalah orang yang cukup egois dalam berbagai hal. Memandang rendah orang lain pun tak luput dari kebisaaanku. Namun, hidupku yang sendiri sekarang, membuatku banyak berfikir. Aku belajar bahwa banyak orang yang awalnya ku anggap remeh, tapi dia jauh lebih hebat dariku. Aku punya seorang teman yang jika kesabarannya diukur, mungkin lebih panjang dari jarak matahari ke bumi. Ia seorang tuna rungu. Tapi hebatnya, ia tetap semangat menjalani hidupnya yang pasti lebih dari sekedar sepi. Malam – malam yang kulalui selama ini terasa sia – sia. Tak ada satupun hal membanggakan yang telah kubuat. Padahal aku dianugerahi kesempurnaan.
Last, “senantiasa menjaga dan membela Astra Honda Motor sebagai sawah ladang kami”. Dan inilah janji terakhir yang kadang pelaksanaanya digoyahkan oleh ketidakonsistenan dan godaan – godaan teman, bukan setan. Ketidakkonsistenan itu muncul saat “si bosan” dengan tidak bosan mengganggu pikiran ini setiap saat. Ajakan suara hati dan didukung oleh godaan teman – temanku untuk mencari tempat bernaung lain, membuatku terombang ambing oleh gelombang kebingunganku sendiri. Kegalauanku bisa saja dengan mudahnya menghancurkan tembok keimananku belajar di AHM, yang kubangun kuat – kuat menggunakan semen holcim, yang dipercaya tidak akan hancur di cuaca apapun. Namun nyatanya, iklan semen holcim itu palsu. Tembok itu sekarang sudah mulai keropos bak tulang yang osteoporosis karena tidak meminum anlene.
Tapi, seperti halnya tulang yang osteoporosis, kekeroposan itu dapat diobati dengan banyak hal, misalnya meminum anlene, atau jalan kaki seribu langkah setiap hari. Tembok keimananku pun dapat dikuatkan lagi. Dan hal yang paling menguatkannya adalah janjiku serta suara musik serta lirik lagu mars AHM yang masih tersimpan di memori ponselku. Entahlah, aku enggan untuk mendeletenya. Bahkan kadang kusetel kembali, minimal untuk mengingatkan bahwa aku punya cita – cita setinggi bintang yang ingin kucapai di sini.
Walaupun, sebagian besar orang berfikir lagu mars itu nggak keren, tapi aku bangga bisa mendengarnya. Aku bahkan yakin tidak semua orang bisa menyimpan lagu ini di memori ponselnya. Berbeda halnya dengan lagu – lagu coldplay yang dianggap keren. Semua orang di muka bumi ini bisa saja mendownloadnya dengan percuma dan menyimpannya di ponsel mereka. Alasan lain yang membuatku menyimpan lagu “nggak keren menurut sebagian besar orang” itu adalah getaran di segenap jiwaku setiap mendengar liriknya. Entah kenapa, sejak pertama diperdengarkan aku telah jatuh cinta pada semuanya, lagu itu, perusahaan ini, teman – temanku di sini, bahkan ban – ban kendaraan yang kuperlakukan lebih dari kekasihku. Ya iyalah, kurang lebih 10 jam aku hanya berkutat dengan ban, kalau dengan pacar? Mana boleh? Hehe.
Dari rasa cinta itu, mulai tumbuh rasa bangga dengan tempat ini. Tempat yang memberiku pengalaman yang luar biasa berharga. Telah menjadi kewajiban bagiku untuk melakukan yang terbaik demi tempat ini. Kemajuan perusahaan AHM bergantung pada karya yang kita ciptakan. Yang bisa kulakukan adalah bekerja dibidangku dengan sungguh – sungguh, menjaga perusahaan ini lebih dari aku menjaga jiwaku, menggapai cita – cita yang selalu kukhayalkan dulu, serta berbuat baik kepada semua, baik rekan kerja maupun atasan yang biasanya lebih galak, hehe. Keinginanku untuk tinggal di sini sangatlah besar. Bahkan kalau bisa, aku ingin meminta izin untuk menghabiskan masa tuaku di sini. Aku memang selalu berlebihan dalam mengungkapkan berbagai hal. Namun ketahuilah, itu semua karena aku begitu mencintai tempat ini. Memang benar kata pepatah, “cinta itu bisa merubah segalanya”.
Tapi apa daya, kalau memang masa kontrak ini sudah tak bisa diperpanjang lagi, aku memang harus menginjakkan kaki untuk pergi dari sini. Bukan diusir, itu terlalu kasar. Hanya mengikuti aturan bahwa mulai tanggal tertentu aku sudah tidak diperkenankan lagi berkarya di sini. Tapi seperti dalam surat Al Insyirah “sesunguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”, setiap masalah pasti ada solusinya itu janji Allah. Kontrak kerja tersebut dapat diperpanjang, bila memang benar – benar bersungguh – sungguh. Caranya adalah dengan membuat sebanyak mungkin proposal. Dan rencananya, aku akan terus membuat proposal yang jika di timbang berapa banyaknya, mungkin lebih berat dari pada berat gajah lampung dewasa. Selain diperpanjang, kita juga bisa diangkat menjadi pegawai tetap disini. Yang diperlukan hanyalah bekerja keras dan taat peraturan.
Sangat disayangkan, Indonesia belum bisa membuat perusahaan perakit kendaraan sendiri. Kita hanya bergantung pada Negara lain dan tidak mempercayai kemampuan kita sendiri. Seperti pesawat buatan bapak habibi, yang mungkin sekarang ini berada di gudang lusuh, dan yang menaikinya dalah tikus – tikus. Dulu, tak ada satupun orang percaya bahwa pesawat tersebut dapat digunakan. Mereka menganggap karya Indonesia tidak akan baik dan mengancam keselamatan. Pesimistis, itu kata yang tepat untuk mengomentari peristiwa tersebut. Sebenarnya jutaan orang di Indonesia ini pandai dalam berbagai hal. Entahlah, mental kita yang buruk membuat kita terbelakang dan takut untuk memulai segala sesuatu.
Tapi dibalik itu semua, aku tetap mencintai tanah tempatku berpijak sekarang ini. Tanah yang memberiku kehidupan dan kedamaian. Tanah yang airnya menyelamatkanku dari kehausan. Serta tanah yang darinya tumbuh padi menguning yang menghindarkanku dari kelaparan. Suatu keharusan bagi kita semua sebagai generasi penerus Negara ini memberikan timbal balik atas apa yang bangsa ini telah berikan kepada kita. Dan apa yang bisa kuberikan? Mungkin karya terbaikku yang kuciptakan lewat Astra Honda Motor ini. Yang nantinya, produk AHM dipergunakan oleh orang – orang Indonesia. Setidaknya, kita di AHM menghasilkan produk yang bermanfaat bagi masyarakat Indonesia.
Lampiran

IKRAR INSAN AHM
Kami insan astra Honda motor berjanji
1.      Selalu disiplin, bertanggungjawab, dan patuh terhadap peraturan perusahaan
2.      Menjunjung tinggi produktivitas dan menghasilkan produk yang berkualitas
3.      Menghargai sesama dan membina kerja sama
4.      Senantiasa menjaga dan membela Astra Honda Motor sebagai sawah ladang kami.

MARS AHM
Astra Honda motor tempat kita berkarya
Tempat menggapai cita – cita kita
Mari kita jaga, kita bela bersama
Capai masa depan cerah sejahtera
Nilai satu hati falsafah kita
Satukan visi misi kita bersama
AHM milik kita
AHM ladang kita
Untuk harumkan nusa dan bangsa


Tidak ada komentar:

Posting Komentar